Rohis STIS

Bersama Berjuang Dalam Dakwah

IBU MADRASAH PERTAMAKU, INSPIRASI HIDUPKU


            Kemuliaan, kebahagiaan, bahkan kesempurnan seorang perempuan adalah manakala ia berhasil menjadi seorang ibu. Bagaimanapun, perjuangannya tak dapat diingkari. Membawa buah hatinya kemanapun ia pergi selama sembilan bulan. Lelah, berat, bahkan perubahan fisik yang terjadi pada dirinya saat mengandung, tak pernah ia hiraukan. Nyawa sekalipun taruhannya disaat memperjuangkan anaknya agar dapat melihat warna-warni dunia, ia lampaui. Maka, Allah pun Maha Adil, menyandingkan surga bagi para perempuan yang syahid dalam memperjuangkan kelahiran anaknya.

            Seorang ibu ibarat malaikat bagi putra-putrinya. Ia menyusui kita kurang lebih selama dua tahun seperti yang diajarkan dalam islam. Kehangatan kasih sayang, perhatian, serta kesabaran yang ia berikan dalam mendidik putra-putrinya, membangun suatu hubungan emosional yang sangat kuat. Tak heran jika sosok ibu lah yang kemudian paling dekat dan memahami betul karakter serta pertumbuhan putra-putrinya.

Ibu adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya. Inilah peran sekaligus amanah yang tak mudah untuk dilakukan oleh seorang perempuan. Proses pewarisan nilai kepada generasi baru, senantiasa memerlukan keshalehan pelakunya. Artinya, untuk melahirkan sebuah generasi yang unggul dan berkualitas, memerlukan sosok ibu yang unggul dan berkualitas pula. Para ibu inilah yang akan sanggup melakukan pewarisan nilai-nilai (taurits al-qiyam) kebaikan secara generatif kepada anak-anaknya.

            Seorang ibu harus memahami kewajiban dan tanggung jawabnya dalam mempersiapkan generasi masa depan bangsa, yakni lewat pendidikan generasi. Seorang muslimah harus dapat menjadi seorang ibu yang penuh kehangatan dan kasih sayang terhadap anak-anak yang dilahirkannya. Mereka tidak cukup menjadi seorang ibu yang baik dari segi pengalaman belaka. Diperlukan sejumlah ilmu dan keterampilan untuk bisa menjadi pendidik generasi yang berkualitas.

JARINGAN MUSLIMAH NASIONAL MENGUCAPKAN:

“SELAMAT HARI IBU”

Semoga momentum ini, bukan hanya momentum tahunan untuk dapat menyatakan sikap dan kasih sayang serta penghargaan kita terhadap seorang ibu. Karena, kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu adalah sepanjang masa

-Ibu, engkaulah madrasah pertamaku dan awal inspirasiku-

Tinggalkan Comentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: