Rohis STIS

Bersama Berjuang Dalam Dakwah

Merawat IMAN


Agar iman tetap terjaga maka iman itu perlu dirawat dengan baik, so dia menjadi sehat dan kuat. Ne ada beberapa tips untuk merawat iman, check it out frend

Iman perlu ditanamkan dengan cara yang benar
Agar iman tumbuh dengan baik, maka perlu ditanamkan dengan cara yang benar. Yaitu dengan pemahaman konsep laa ilaaha illallah yang murni dan konsekuen. Ilmu tentang keimanan yang benar sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jamaah dibutuhkan agar iman itu tertanam dengan mantap. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.(QS. Muhammad : 19)

Iman perlu diperbaharui terus
Rasulullah SAW telahbersabda bahwa iman itu kadang betambah dan kadang berkurang. Sehingga iman itu perlu terus ditambah. Baik dengan zikr, fikir, atau aktifitas lainnya yang bisa terus menambah iman. Tanpa adanya perbaikan iman, maka iman itu sedikit demi sedikit akan mengalami kegersangan. Karena itu dia perlu terus disirami dan dipupuk agar menjadi subur. Orang yang tidak pernah mau memperbaharui iman, bisa jadi tidak menyadari kemunduran imannya kecuali setelah iman itu telah lenyap.

Iman perlu dijaga bersama dalam lingkungan yang baik
Lingkungan tempat dimana kita hidup sangat besar dalam mempengaruhi iman kita. Karena itu dalam Islam kita mengenal konsep hijrah dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang. Tujuannya adalah agar iman yang sudah baik itu kemudian bercampur dengan lingkungan yang buruk yang hanya akan menodainya. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri , malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?”. Mereka menjawab : “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri “. Para malaikat berkata : “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,(QS. An-Nisa : 97)

Menjauhkan diri dari maksiat
Kita tahu bahwa maksiat kecil namun bila dilakukan secara rutin dan berulang-ulang akan bisa merusak iman. Karena itu jangan biarkan maksiat kecil itu menggerogoti iman yang ada dalam dada. Jangan biarkan maksiat kecil itu menutupi cahaya hati kita dengan kegelapan, yang membuat kita tidak bisa lagi melihat cahaya.

Selalu zikir dan ingat kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS. Al-Hadid : 16)

Doa agar ditetapkan iman
Allah adalah tuhan yang menciptakan hati kita. Dia pula yang akan merubah hati kita dan membolak-balikkannya. Karena itu kita diperintahkan untuk minta ditetapkan hati ini agar selalu tetap berada di dalam jalan yang benar.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi “.(QS. Ali Imran : 8)

Banyak Membaca Al-Quran Al-Karim
Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil .(QS. Al-furqan : 32)

Memperbanyak ibrah dan mengambil pelajaran dari kisah orang terdahulu
Dengan banyak mengkaji sejarah para nabi dan rasul serta kisah pada orang shaleh, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan tambahan kemantapan hati. Karena pada kisah mereka memang telah Allah SWT masukkan pelajaran penting dan berguna. Setiap kali kita membuka kembali kisah mereka, kita pasti akan mendapatkan kekuatan batin yang akan mengawal perjalanan kita menuju kebenaran dan menjaga kita dari penyelewengan. Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.(QS. Huud : 120)

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS. Yusuf : 112)

Tinggalkan Comentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: