Rohis STIS

Bersama Berjuang Dalam Dakwah

edisi 7: Isra Mi’raj


Isra Mi’raj: Sebuah Ujian Iman

Tahukah teman hal apa yang membuat tanggal 27 Rajab begitu istimewa?Yup! Jawabannya adalah Isra Mi’raj. Belum kenal? Wah, jangan – jangan memang teman semua belum terlalu ngeh sama peristiwa yang disebut sebagai mukjizat imani ini. Maksudnya, peristiwa ini yang menjadi salah satu batu ujian bagi iman kita terhadap kebesaran Allah dan kenabian Nabi Muhammad SAW.

Kalau teman semua pernah membaca sirah nabawiah, ada masa di mana Nabi Muhammad mengalami waktu yang sangat memberatkan hatinya. Sebelum peristiwa Isra Mi’raj itu terjadi, Rasulullah mengalami keadaan duka cita yang sangat mendalam. Beliau ditinggal oleh istrinya tercinta, Khadijah, yang setia menemani dan menghiburnya dikala orang lain masih mencemoohnya. Lalu beliau juga ditinggal oleh pamannya sendiri, Abu Thalib, yang (walaupun kafir) tetapi dia sangat melindungi aktivitas Nabi. Sehingga orang-orang kafir Quraisy semakin leluasa untuk melancarkan penyiksaannya  kepada Nabi, sampai-sampai orang awam Quraisy pun berani melemparkan kotoran ke atas kepala Rasulullah SAW.Di waktu inilah Allah memerintahkan Nabi untuk melakukan Isra Mi’raj tak lain dan tak bukan untuk memotivasi keimanan beliau dan memberikan sejumlah amanat yang nantinya akan menjadi salah satu kewajiban kita dalam beribadah yaitu perintah untuk melaksanakan shalat.

Akhirnya, pada tanggal 27 Rajab tahun 11 hijriahlah Isra Mi’raj itu dilakukan. Isra Mi’raj sendiri merupakan dua peristiwa yang berbeda. Pada waktu Isra, Nabi Muhammad SAW “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan Shalat lima waktu.

Sekarang sudah ngeh kan di mana letak keistimewannya?Yup, perjalanan melewati langit yang hanya dalam waktu satu hari satu malam memang terdengar mustahil dan gila. Sama halnya dengan beberapa masyarakat quraisy waktu itu yang memang menganggap gila Nabi Muhammada SAW bahkan sahabat Nabi sendiri pun mengalami keraguan dalam membenarkan peristiwa ini. Memangnya Harry Potter yang bisa teleport pakai portkeynya??? Tuh kan teman semua pun pasti menyimpan pertanyaan: Emang bisa?

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (١)

Artinya: Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya [1] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

Maha Besar Allah yang selalu mampu melampaui batas akal manusia. Mungkin secara rasional sangat mustahil namun seorang sahabat Nabi waktu itu mampu membenarkan pernyataan Nabi di tengah-tengah banyak orang yang mencemoohnya. Dialah Abu Bakar As-Siddik yang dengan tegas membenarkan, karena pendekatan yang beliau lakukan adalah pendekatan imaniy. Pendekatan secara iman dimana beliau secara langsung membenarkan kebesaran Allah.

Ternyata, di samping istimewanya Isra Mi’raj itu dikarenakan waktu perjalanannya yang sangat singkat, dalam Al Quran peristiwa ini sudah terskematik secara rohani, tiap juz dalam Al Quran ibarat perjalanan dalam kehidupan. Skema rohani tersebut antara lain:

  • Tujuh bagian pertama Al Quran membahas pertumbuhan jiwa manusiasebagai pribadi yang secara kolektif membentuk umat

  • 8-14, menekankan pembangunan manusia seutuhnya serta pembangunan masyrakat dan konsolidasinya

  • 15 merupakan klimaks sampai seterusnya 21 merupakan awal di ceritakannya Isra Mi’raj dan kisah para rasul diuraikan

  • Sampai 30 masalah perkembangan rohani manusia secara orang per orang diuraikan lebih lanjut dengan penjelasan tentang hubungan perkembangan tesebut dengan kehidupan masyarakat secara timbal balik.

Lalu kenapa harus shalat yang jadi amanatnya? Dalam hadits riwayat Thabrani:

Inti dari segala urusan ( manusia mukmin) itu adalah Islam. Sedangkan tiangnya adalah shalat dan puncaknya (atapnya )adalah jihad di jalan Allah.”

Selain itu, shalat merupakan sumber kekuatan dan jika ditinggalkan maka hancurlah pertahanan suatu umat.

Kembali ke masalah “keberangkatan” Nabi tadi, jika secara Qurani hal tersebut sudah teryakinkan terus apa penjelasan ilmiah tentang hal ini?

Mungkin teman ingat dengan tokoh Enstein dan teori relativitasnya. Beliau pernah berkata bahwa system gerak mempunyai perhitungan waktu yang berbeda dengan system gerak lain. Ada beberapa poin yang akan terjadi jika sebuah objek mendekati kecepatan cahaya:

  • Waktu melambat

  • Objek mengecil

  • Massa objek bertambah

Nah kontroversi yang terjadi, apakah dalam peristiwa ini nabi beserta jasadnya atau ruh saja sementara jet supersonic saja masih belum mampu mencapai kecepatan cahaya. Dalam Q. S 17:85

Dan tidaklah kamu di beri pengetahuan kecuali sedikit”

Maka dari itu, teman semua dalam menyikapi peristiwa ini sudah seharusnyalah kita mempercayainya. Terlepas dari hal –hal yang dilebih-lebihkan seperti wujud kendaraan yang dipakai atau cara “berangkat”, karena sesungguhnya dalam hal – hal yang melampaui akal manusia Allah lebih tahu.

Seorang ilmuwan berkata bahwa dalam menguak rahasia langit para ilmuwan baru menguak 3% saja dan sisanya 97% di luar batas kemampuan manusia. Wallahualam bishawab.( Sumber: Dr. M. Quraish Shihab” Membumikan Al Quran dan berbagai sumber).

Seputar Dunia Islam

Tahukah teman bahwa !

1. Masjdil Aqsa adalah masjid kedua yang ada di bumi.

2. Dibangun hanya 40 tahun setelah Ka’bah

3. Banyak cendekiawan berpendapat bahwa Masjidil Aqsa pertama kali dibangun oleh NabiAdam as.

4. Ibrahim membangun kembali Masjidil Aqsa di Yerusalem dan Ismail membangun kembali Ka’bah di Mekah

5. Nabi Daud juga membangunnya kembali

6. Pada akhirnya Nabi Sulaimanlah yang menyelesaikan pembangunan Masjidil Aqsa.

7. Masjidil Aqsa yang diselesaikan oleh Nabi Sulaiman dihancurkan oleh Nebukadnezar Raja Babilonia pada 587 BC

8. Kaum yahudi mengklaim bangunan yang sama sebagai tempat ibadah mereka.

9. Yahudi membangun tempat ibadah di tempat yang sama pada 167 BC dan dihancurkan pada tahun 70 AD dan Yahudi terusir dari Yerusalem.

10. Lokasi masjidil Aqsa terlantar selama hampir 600 tahun sampai Khalifah Umar menguasai Yerusalem pada 637/8 AD

11. Khalifah Umar membangun fondasi Masjidil Aqsa dan Masjid dari bahan kayupun berdiri.

12. Abdul Malik ibnu Marwan dari Bani Umayah mulai membangun Dome of the Rock pada 691/2 AD (72/73 AH)

Tinggalkan Comentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: