Rohis STIS

Bersama Berjuang Dalam Dakwah

edisi 5: Muhasabah di Setiap Waktu


 

 

Muhasabah di Setiap Waktu


Assalamu’alaikum wr.wb.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang telah mengajari kita kebenaran. Dia menunjukkan dan mengarahkan kita kepada yang benar. Bahkan Dia juga yang membantu dan menolong kita untuk mendapatkan yang benar itu. Ketahuilah, hanya Dia yang memiliki dan menguasai semua makhluk, dan hanya milik-Nya segala urusan. Maha Mulia Allah, Tuhan Yang Mencipta dan Mengurus semesta alam. Semoga rahmat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang paling baik dan rasul-Nya yang paling agung, Muhammad bin Abdullah SAW. Semoga segenap keluarga dan sahabatnya pun selalu dianugerahi rahmat dan salam itu.

Sobat LDUku, Muhasabah berarti introspeksi, merenungkan kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Seorang mukmin, dia tahu bahwa muhasabah itu dapat dilakukan di hampir setiap waktu dalam hidupnya. Jika dilihat dari sisi pengamalannya seorang mukmin, Muhasabah merupakan aktifitas yang bertransformasi dari sifat temporari kepada sifat rutinitas.

Contoh nyatanya adalah shalat. Bagaimanakah muhasabah perihal shalat? Ikut sertakanlah hati kamu kedalamnya. Perhatikanlah dan periksalah penjelasan berikut ini. Penulis mengutip penjelasan dari K.H. Saifuddin Amsir yang mengutip penjelasan dari kitab Ihya’ Ulumiddin tentang sesuatu yang patut hadir di dalam hati pada setiap rukun dan syarat dalam amaliah shalat. Yaitu, apabila kamu mendengar panggilan muadzin, bayangkanlah dalam hatimu kedahsyatan panggilan itu pada hari kiamat dan kamu siapkan lahir dan batin kamu untuk memenuhi panggilan itu.

Dan apabila kamu bersuci, janganlah melalaikan hati kamu. Bersungguh-sungguhlah untuk menyucikannya dengan taubat dan menyesal atas apa yang kamu sia-siakan. Adapun menutup aurat, maknanya adalah menutupi keburukan-keburukan badan kamu dari pandangan manusia. Kemudian, bagaimana dengan kejelekan-kejelekan di hati kamu? Berusahalah untuk menutupinya, dan ketahuilah bahwa ia tidak bisa dihapus kecuali dengan rasa penyesalan, malu, dan takut.

Adapun menghadap kiblat adalah memusatkan lahiriah pandangan kamu ke arah Baitullah. Kalau sudah memusatkan, tentunya tidak ada arah lain selain apa yang dipusatkan. Begitu pula menghadap Allah, kamu tidak bisa memusatkan lahiriah pandanganmu kepada Allah selain dengan mengosongkannya dari selain Allah. Adapun I’tidal dengan berdiri adalah hadirnya badan dan hati di hadapan Allah. Saat itu hendaklah kepala menunduk, sebagai peringatan kepada hati agar selalu tawadhu’ dan menjauhi kesombongan. Bayangkan pula kamu sedang berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat ketika amal-amal ditunjukkan untuk ditanya.

Niat, bertekadlah memenuhi seruan-Nya, melakukankan shalat dengan sempurna dan menjauhi hal-hal yang dapat merusakkannya. Ikhlas -meski pada prakteknya sungguh dan sangat berat- karena mengharap pahala-Nya, takut kepada hukuman-Nya, serta mencari kedekatan dan keridhoan-Nya. Ketika mengucapkan takbir, jangan kamu mendustakannya. Jika dalam hati kamu ada sesuatu yang kamu anggap lebih besar dari Allah, Allah menyaksikan bahwa kamu dusta.

Adapun do’a iftitah, awal kalimatnya adalah bacaan kamu yang artinya: ”Kuhadapkan wajahku kepada Tuhan, yang menciptakan langit dan bumi”. Bukan berarti kamu benar-benar menghadapkan wajahmu ke arah Allah, karena Allah tidak dibatasi oleh arah. Yang dimaksud adalah hati kamu.

Apabila kamu mengucapkan bacaan yang artinya ”Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”, ketahuilah, setan adalah musuh kamu dan selalu hendak memalingkan hatimu dari menghadap kepada Allah SWT. Dia (setan) dengki melihat kamu bermunajat dan sujud kepada Allah. Bacalah surat Al-Fatihah dengan mengingat makna-maknanya. Sungguh yang dituju bukanlah gerakan lisan kamu, melainkan makna-maknanya.

Kemudian berdo’alah di akhir shalat kamu dengan do’a yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Tunjukkan sikap tawadhu’, khusyu’, dan harapan yang tulus bahwa do’a kamu akan terkabul. Akhiri shalat kamu dengan niat untuk mengakhirinya. Bayangkan seolah-olah kamu melakukan shalat yang terakhir dan mungkin tidak dapat menunaikannya lagi. Sobat, Muhasabah seorang mukmin tentu tidaklah terbatas ketika shalatnya saja. Pikirkanlah. Tidakkah shalat adalah rutinitas seorang mukmin? maka Adakah bagi seorang mukmin masih merasa tidak perlu melakukan muhasabah di setiap waktu?

Wallahua’lam. <OtakTitipan>


Syair Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni :


Ya Tuhanku, jangan Kau adzab aku

Aku mengakui semua dosa yang kulakukan


Tiada daya bagiku

Kecuali harapan dan baik sangkaku akan maaf-Mu

Jika Engkau sudi memaafkanku


Manusia mengiraku orang baik

Padahal aku adalah seburuk-buruk manusia

Jika Engkau tidak memaafkanku


Hadits this edition :


Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku, dan semua dosaku yang Engkau lebih mengetahui tentangnya daripada aku. Ya Allah, ampunilah kesungguhanku, kelalaianku, kesalahanku, dan kesengajaanku, yang semuanya itu ada padaku” (HR Bukhari-Muslim)


Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang terdahulu dan dosa-dosaku yang terkemudian, dosa-dosaku yang kusembunyikan dan dosa-dosaku yang terang-terangan, serta dosa-dosaku lainnya yang Engkau lebih mengetahui tentangnya daripada aku. Engkaulah yang mendahulukan dan yang mengemudiankan dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR Bukhari-Muslim)


Muhasabah di Setiap Waktu


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan pengurus semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah melimpah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW dan keluarga serta segenap sahabatnya.

Sobat LDUku,

Pernahkah kita dihadapkan pada pertanyaan “siapa kamu?”, atau ”mengapa kamu di sini?”. Ketika ada orang yang menanyakan hal itu, mungkin kita akan menjawabnya dengan nama kita -mudah kan?-, namun apakah kita juga bisa menjawab pertanyaan tersebut ketika kita sendiri yang menanyakannya?

Perlu proses dan perenungan untuk menjawab pertanyaan itu. Coba deh telusuri perlahan episode-episode dalam hidup kita, mulai dari lahir, belajar berjalan, masuk sekolah untuk pertama kalinya, lulus dari satu jenjang pendidikan dan melanjutkan ke jenjang berikutnya, hingga saat ini. Dari kenangan2 tersebut, banyak hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran. Akhirnya, hal tersebut akan menuntun kita pada jawaban yang sedang kita cari. -udah dapat jawabannya? Ya udah gak perlu dijawab, gampang kan?-.

Dalam hidup ini kadang ada saat dimana kita merasa terpuruk, sendiri dan terhimpit oleh derasnya arus kehidupan. Tumpukan amanah di pundak, persaingan, dan tuntutan hidup membuat kita lupa akan hakikat kita diciptakan di dunia. Marilah kita merenung sejenak (maaf ya, dari tadi disuruh merenung mulu.). Berapa nikmat yang kita dapatkan dalam sehari? Dan sudahkah kita bersyukur??…

Sobat, tidak semua hal berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kadang kita merasa kecewa dan marah (kadang-kadang kan?). Apa sebenarnya arti kekecewaan dan kemarahan itu?-jawabannya cari sendiri ya, cari dari pengalaman hidup masing2 aja- Sebagai manusia, kecewa dan marah itu lumrah, tapi kita harus bisa mengontrol dan mengendalikan kekecewaan dan kemarahan itu. Supaya apa? supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Lebih baik lagi jika kekecewaan itu semakin mendekatkan kita pada Sang Khaliq. Emang bisa? Bagaimana caranya ya??

Muhasabah. Ya..muhasabah atau introspeksi diri. Melihat ke dalam diri kita sendiri. Bermuhasabah ketika kita marah atau kecewa -insya ALLAH- akan membuat kita sadar akan hakikat setiap kejadian yang kita lalui. Meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita.

Sobat LDUku,

Muhasabah dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, asalkan hati kita selalu terpaut pada ALLAH -kecuali di kamar mandi-. Misalnya di kampus. Ketika mendapati nilai ujian kurang memuaskan, eh… teman yang lain kebalikannya. So, sepatutnya kita bertanya pada diri kita sendiri, sudah maksimalkah usaha kita? Apakah waktu yang kita miliki sudah kita manfaatkan? Dengan muhasabah, kekecewaan tersebut justru dapat menumbuhkan semangat kita untuk berusaha lebih keras dan mendekat pada Allah.

Muhasabah juga dapat dilakukan di bis. Ketika kita mengeluh karena macetnya jalanan dan panasnya Jakarta, eh… ada gadis imut kecil dengan wajah polosnya bernyanyi ceria. Tanpa peduli debu dan sengatan sang surya demi sesuap nasi. Dia begitu ikhlas menjalani hidup meski harus mengais rupiah dari bis ke bis. Kalau kita? Alhamdulillah sih, orang tua sebagian dari kita masih memberi kiriman setiap bulannya. Marilah kita tidak mengeluh lagi.

Tempat wisata pun bisa dijadikan tempat bermuhasabah lo. Ketika kita menikmati indahnya air terjun misalnya, betapa air itu rela menjatuhkan dirinya dari tempat yang begitu tinggi, tidak kah ia merasa kesakitan?? Dia ikhlas menjalankan fitrahnya sesuai dengan sabda Illahi. Kalau kita? Kita mungkin menangis kesakitan saat tersandung batu dan jatuh, dan mungkin malah menggerutu dan menyalahkan batu tersebut. Marilah kita malu.

Bermuhasabah, selain dapat memaknai setiap kejadian, kita juga dapat menemukan jawaban tentang siapa kita dan untuk apa kita ada. Dan dengan memahami hakikat diri dan keberadaan kita sebagai hamba Allah, Insya ALLAH hidup kita akan bermakna, terarah dan tenteram serta akan berakhir indah di surga-Nya, amin.. Sesungguhnya kita hanyalah makhluk ALLAH yang lemah dan rapuh, namun kita juga adalah sebaik-baiknya makhluk ciptaan-Nya, maka marilah kita bersyukur dan tidak mencari tempat bergantung selain-Nya??

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapatkan pahala yang tidak ada putus-putusnya..” (Q.S. At-Tin 4-6)


Tunggu apa lagi, biasakan diri untuk bermuhasabah ya. Keren kan jika di dalam Biodata kita tertulis “Hobby : Muhasabah”. Subhanallah….  (aku?)


MUSLIM KOSOVO

KEMERDEKAAN UNTUK KEBANGKITAN IDENTITAS


Tidak banyak dari kita yang tahu mengenai Kosovo. Kosovo merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim yang berpenduduk 2,1 juta jiwa, terdiri dari 90 persen etnis Albania yang Muslim, 5,3 persen etnis Serbia yang Katolik Ortodoks, selebihnya etnis Bosnia dan minoritas lain. Secara populasi Kosovo merupakan komunitas muslim terbesar di Eropa. Hal ini tidak terlepas dari peran Dinasti Utsmaniyah Turki yang membawa Islam masuk ke wilayah -yang dahulunya lebih dikenal sebagai Bangsa Dardania- ini pada tahun 1839 setelah mengalahkan koalisi Kristen, yakni Serbia, Bosnia, Albania, dan Hungaria.

Dalam perjalanannya Dinasti Utsmaniyah ini mulai melemah. Puncaknya pada perang Balkan I tahun 1912. Tentara koalisi Montegro,Bulgaria, Serbia, dan Yunani bersatu melawan etnis Albania dan akhirnya mengalahkan Dinasti ini. Hal ini membuat Kosovo resmi menjadi Negara jajahan Serbia. Korban-korban terus berjatuhan sampai akhirnya tahun 1929, berdirilah Negara baru yaitu Yugoslavia dimana Kosovo hanya menjadi sebuah propinsi didalamnya.

Setelah Yugoslavia bubar, banyak Negara kecil didalamnya memerdekakan diri, begitu pula Kosovo. Akan tetapi usaha dan perlawanan dari Kosovo Liberation Army (KLA) selalu mendapat tekanan dan intimidasi kuat dari pemerintah Serbia. Intimidasi ini berupa tekanan sistem yang anti Muslim. Hal ini dikarenakan target pemusnahan Serbia adalah tatanan keluarga Muslim Albania Kosovo yang merupakan jaringan keluarga terbesar di Eropa. Ditambah lagi tatanan keluarga ini begitu bersejarah karena mereka mampu mempertahankan identitas muslim dibawah tekanan sistem yang anti muslim ini.

Tekanan terhadap Muslim Albania di Kosovo ini terus menguat sejak awal 90-an, hingga puncaknya meletus pada perang Serbia-Bosnia tahun 1998-1999. Perang Serbia-Bosnia ini merupakan tragedi cleansing etnic yang tak ada tandingannya dalam sejarah modern manusia. Dalam perang ini, tentara Serbia yang dipimpin oleh Slobodan Milosevic yang membantai puluhan ribu muslim etnis Albania (sekitar 20 ribu orang), menghancurkan 140 ribu bangunan rumah, dan meluluhlantakan sistem sosial masyarakat. Muslim di Kosovo.

Setelah mengalami penindasan, terror, pembantaian dan intimidasi bertahun-tahuan lamanya. Akhirnya tepat tanggal 17 Februari 2008, perdana Menteri Kosovo, terpilih, Hashin Thaci mendeklarasikan kemerdekaannya. Momen ini dirayakan secara besar-besaran mengingat hari itu adalah hari yang telah di tunggu-tunggu jutaan rakyat Kosovo.

PR besar telah menunggu Kosovo pasca kemerdekaan. Kemerdekaan ini hendaklah bisa memperbaiki tatanan keluarga muslim Kosovo yang luluh lantak akibat paska perang Serbia-Bosnia 1999. Hal ini dikarenakan kehebatan,ketangguhan dan kekuatan bangunan keluarga yang menjadi fondasi masyarakat Muslim Albania itu telah rapuh, bahkan mungkin tinggal menjadi sejarah.

Paska peperangan itu, puluhan ribu orang dari berbagai Negara di dunia hadir di Kosovo. Mereka bisa saja berbaju Militer, LSM, hingga lembaga kristenisasi yang menyebar keseluruh pelosok Kosovo. Kehadiran ribuan orang ini tentu saja membawa pengaruh, budaya, tradisi, dan informasi yang berbeda yang kemudian berbaur dengan masyarakat muslim Kosovo. Pembauran inilah yang kemudian secara perlahan mengubah identitas dan sedikit demi sedikit menghilangkan tradisi yang selama ini dipegang kuat oleh Muslim Albania di Kosovo.

Sebagai contoh, sekarang muncul trend baru dalam masyarakat Muslim Kosovo yang sebelumnya tidak pernah ada. Sering terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suami terhadap istri ataupun sebaliknya. Kasus menurunnya interaksi anak dan orangtua, meningkatnya kasus perceraian, bunuh diri, serta banyak pemuda terlibat kasus kecanduan narkoba dan minuman keras yang dahulunya tidak pernah ada di Kosovo.

Perubahan tradisi ini diikuti dengan adanya Gazhul Fikr ( perang pemikiran ) oleh para pendatang asing. Sepertinya pemikiran budaya-budaya barat ini mulai merasuk ke aliran darah masyarakat muslim Kosovo, akibatnya terjadi perubahan sudut pandang yang serius dalam menilai yang benar dan salah pada masyarakat muslim Kosovo. Sebagian sudah berpendapat bahwa tampil tanpa kerudung merupakan peradaban dan modernisasi, sementara memakai jilbab/kerudung dianggap keterbelakangan sehingga harus dihalangi perkembangannya. Sebagian lagi menerapkan trend barat dengan mencukupkan diri dengan jumlah anak yang sedikit, padahal sebelumnya tiap keluarga memiliki keturunan antara 6-10 orang. Hal ini juga mengakibatkan pelunturan sistem keluarga besar yang sebelumnya dipegang oleh masyarakat muslim Albania Kosovo.

Paradigma ini ditambah lagi dengan adanya pembodohan masyarakat Kosovo akibat peran PBB sejak 1999. Selama 9 tahun PBB mengelola Kosovo, tidak membiarkan masyarakat Kosovo mengerti dan memilki pengalaman untuk mengelola daerahnya. Disisi lain PBB memperkerjakan anak-anak usia belasan tahun yang tidak memiliki kapasitas ilmu tetapi diperkerjakan sebagai staf PBB dengan gaji 1000 euro. Kondisi ini membuat peran orang tua tidak berguna, karena orang tua tidak mempunyai penghasilan akibat kondisi ekonomi yang hancur karena tidak berfungsinya pabrik-pabrik paska perang (lebih 70% penduduk mengangur). Sementara anak-anak mempunyai uang yang cukup banyak, sehingga peran mereka mendominasi di dalam rumah, padahal mereka belum mengenyam penndidikan yang wajar. Pendominasian ini kemudian menimbulkan krisis dalam keluarga, kian lama meregangkan hubungan internal keluarga.

Kini Kosovo telah merdeka, seperti telah disinggung sebelumnya, hendaknya kemerdekaan ini untuk membangkitkan identitas muslim Albania di Kosovo yang telah luntur selama 9 tahun terakhir ini akibat masuknya puluhan ribu orang Asing di Kosovo. Walaupun dengan adanya kemerdekaan ini akan mengakibatkan globalisasi, modernisasi apalagi bila dikaitkan dengan upaya penggabungan Kosovo dengan Uni-Eropa yang pasti akan membawa pengaruh dari barat, baik yang positif maupun yang negatif. Seperti yang dikatakan dr, fuad Aghani, pakar psikologi dari berkebangsaan Albania (dalam tarbawi,3 Juli 2008) mengatakan: bergabung dengan uni-Eropa mau tidak mau akan mengakibatkan perubahan nilai dan tradisi masyarakat, walaupun Kosovo membutuhkan teknologi, akan tetapi segala sesuatu yang dapat menghancurkan keluarga dan masyarakat akan ditolak.

Semangat kemerdekaan Kosovo ini akan menjadi momen bangkitnya identitas muslim Albania Kosovo, sesuai dengan cita-cita Negara Kosovo yang dikatakan Hashin Thaci bahwa Kosovo akan menjadi Negara yang demokratis, menghormati kemanusian, dan berkomitmen melupakan masa lalu dalam sebuah sprit rekonsiliasi dan pengampunan.( dari Berbagai Sumber)

-Keren-

Tinggalkan Comentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: