Rohis STIS

Bersama Berjuang Dalam Dakwah

MUSLIMAH CERDAS DAN REVOLUSIONER


Sobat Ukhti yang dirahmati Allah…
Kalo kita bicara tentang muslimah, mungkin dalam benak sebagian orang akan terlintas sesosok figur yang mempunyai kesan kuper, g’gaul, kaku, berpikiran sempit, dll. Tapi…coba dech kita tengok pada diri kita sendiri. Jangan-jangan persangkaan orang  emang benar terjadi pada kita. Nah lho… Lantas gimana sich seharusnya kita bersikap sebagai seorang muslimah? Makanya ikutin terus yach…
Seperti kita tahu, wanita sebagai hamba Allah yang lemah, memiliki peran amat besar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tanpanya, kehidupan tidak akan berjalan semestinya. Sebab ia adalah pencetak generasi baru. Sekiranya di muka bumi ini hanya dihuni oleh laki-laki, kehidupan mungkin sudah terhenti beribu-ribu abad yang lalu. Oleh sebab itu, wanita tidak bisa diremehkan dan diabaikan, karena dibalik semua keberhasilan dan kontinuitas kehidupan, di situ ada peran wanita.
Seperti halnya laki-laki, kita sebagai wanita (khususnya muslimah) mempunyai beban tugas agama. Seorang muslimah dituntut untuk beribadah kepada Allah, menegakkan agamaNya, menunaikan kewajiban-kewajiban dan menjauhi laranganNya serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Sejarah telah mencatat bagaimana kaum muslimah pada masa         Rosulullah saw, yaitu para shahabiyah, melakukan aktivitas dakwah dan perjuangan politik tanpa meninggalkan tugas utama mereka sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (ummu wa rabbatul bayit). Mereka berjuang bersama-sama Rosulullah saw dan para sahabat lainnya tanpa memisahkan barisan mereka dari Rosulullah saw dan sahabatnya.

Untuk lebih jelasnya, kita akan mencontoh salah satu figur teladan dari biografi seorang wanita yang agung, istri dari seorang yang mulia         Rosulullah saw dan termasuk ke dalam orang-orang yang pertama masuk Islam. Dia adalah Khadijah binti Khuwailid r.a. Khadijah lahir dari keluarga Bani Hasyim, dari kalangan keluarga yang mulia, jujur dan pemimpin, menjadikan ia seorang yang terdidik dengan akhlak yang terpuji, teguh dan cerdik. Khadijah juga dikenal sebagai perempuan cerdas dan piawai dalam bidang perdagangan.
Sebagai istri, tak ada seorang pun yang mencela Khadijah. Khadijah mendampingi Rasulullah dalam suka dan duka serta membiayai hampir seluruh dakwah Rasulullah saw. Sekalipun demikian, ia tetap rendah hati dan menjaga kesuciannya. Khadijah akan meneguhkan hati Rasulullah dan meringankan bebannya ketika semua orang menolak dan mendustakannya.
Rasulullah pernah bersabda tentang istri yang sangat dicintainya ini, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Ia membenarkan ajaranku ketika orang-orang mendustakanku. Ia adalah perempuan yang selalu membantu perjuanganku dengan harta kekayaan ketika orang-orang tiada memperdulikanku.” (HR Ahmad), dan “Sebaik-baik wanita surga adalah Maryam binti ‘Imran dan Khadijah binti Khuwailid” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun bagaimana dengan kondisi saat ini? Kehidupan kapitalis-materialis telah mendorong kaum perempuan barat untuk melihat posisi perempuan dengan sudut pandang yang berbeda. Pandangan inilah yang menyuburkan isu-isu seputar penindasan perempuan. Muncullah kemudian gerakan perempuan yang disebut feminisme/persamaan gender untuk membebaskan perempuan dari belenggu ikatan apapun, termasuk nilai-nilai agama. Na’udzubillahimindzalik… Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT.
Bukan hanya itu ukhty… Akhir-akhir ini negara Barat dan beberapa media sering membuat berita miring bahwa Islam membatasi dan melarang aktifitas sosial dan kebebasan wanita. Padahal dalam masyarakat Islam, seorang muslimah tidak dilarang untuk melakukan berbagai aktivitas sosial seperti menuntut ilmu, olahraga, seni, jurnalistik bahkan di arena politik sekalipun. Bahkan seorang muslimah bebas untuk melakukan apapun yang mereka suka yang sesuai dengan batas-batas Agama Islam tentunya. Pembatasan yang sedikit, tercatat sebagai aturan untuk melindungi kepribadian, etika dan penghargaan bagi wanita.
Untuk menyikapi berbagai tudingan yang miring tersebut, seharusnya kita selalu introspeksi dan terus meningkatkan potensi diri, jangan malah hanyut dengan situasi yang ada. Sebagai muslimah kita harus maju, cerdas, enerjik, bebas berekspresi (dalam batas agama),  berkarakter dan selalu riang. Tak seorang pun bisa melarang kita untuk menjauh dari aktivitas sosial, mengekspresikan perasaan dan giat dalam berusaha. Namun jangan lupa, kita juga harus menutup tubuh agar terlindung dari mata yang tak terjaga dan tetap memperhatikan syariat-syariat Islam.
Mari kita tengok di negara Inggris. Sarah Joseph, seorang muallaf asal Inggris yang berprofesi sebagai journalist sebuah majalah EMEL (Muslim Lifestyle Magazines), kini berjihad membela Islam melalui media massa. Dia seorang muslimah, namun hal tersebut tidak menghalangi aktivitasnya di dunia jurnalistik. Selain itu ia juga aktif di bidang agama, sosial dan politik. Dalam kiprahnya ia ingin menunjukkan bahwa Islam bukan hanya ibadah Shalat atau politik, namun Islam juga mengatur gaya hidup. Dia ingin mengubah imej tentang kehidupan umat muslim yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat Inggris.
Di negara muslim pun seperti di Iran, seorang muslimah bebas melakukan aktivitas yang mereka inginkan seperti menuntut ilmu dan bekerja di berbagai bidang yang sesuai dengan tuntunan agama tentunya. Meskipun berbalut busana muslimah yang menutup aurat, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk terus berkarya.
Kita berharap di Indonesia, identitas kita sebagai muslimah tidak membuat kita menjadi malas beraktifitas, manja, dan semata-mata hanya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, namun harus menjadi muslimah yang cerdas dan enerjik sehingga imej tentang muslimah yang kuper, kaku, dll, dengan sendirinya akan hilang.
Selain itu, muslimah tidak hanya cerdas dan berilmu tapi juga berakhlak mulia. Seorang muslimah juga harus bisa bertindak sebagai seorang revolusioner. Revolusi tidak harus dengan melakukan perubahan besar dalam sistem politik maupun sosial, namun revolusi bisa dilakukan melalui hal-hal kecil di sekitar kita dengan selalu menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar.
mendampingi Rasulullah dalam suka dan duka serta membiayai hampir seluruh dakwah Rasulullah saw. Sekalipun demikian, ia tetap rendah hati dan menjaga kesuciannya. Khadijah akan meneguhkan hati Rasulullah dan meringankan bebannya ketika semua orang menolak dan mendustakannya.

Rasulullah pernah bersabda tentang istri yang sangat dicintainya ini, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Ia membenarkan ajaranku ketika orang-orang mendustakanku. Ia adalah perempuan yang selalu membantu perjuanganku dengan harta kekayaan ketika orang-orang tiada memperdulikanku.” (HR Ahmad), dan “Sebaik-baik wanita surga adalah Maryam binti ‘Imran dan Khadijah binti Khuwailid” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun bagaimana dengan kondisi saat ini? Kehidupan kapitalis-materialis telah mendorong kaum perempuan barat untuk melihat posisi perempuan dengan sudut pandang yang berbeda. Pandangan inilah yang menyuburkan isu-isu seputar penindasan perempuan. Muncullah kemudian gerakan perempuan yang disebut feminisme/persamaan gender untuk membebaskan perempuan dari belenggu ikatan apapun, termasuk nilai-nilai agama. Na’udzubillahimindzalik… Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT.
Bukan hanya itu sobat ukhti… Akhir-akhir ini negara Barat dan beberapa media sering membuat berita miring bahwa Islam membatasi dan melarang aktifitas sosial dan kebebasan wanita. Padahal dalam masyarakat Islam, seorang muslimah tidak dilarang untuk melakukan berbagai aktivitas sosial seperti menuntut ilmu, olahraga, seni, jurnalistik bahkan di arena politik sekalipun. Bahkan seorang muslimah bebas untuk melakukan apapun yang mereka suka yang sesuai dengan batas-batas Agama Islam tentunya. Pembatasan yang sedikit, tercatat sebagai aturan untuk melindungi kepribadian, etika dan penghargaan bagi wanita.

Untuk menyikapi berbagai tudingan yang miring tersebut, seharusnya kita selalu introspeksi dan terus meningkatkan potensi diri, jangan malah hanyut dengan situasi yang ada. Sebagai muslimah kita harus maju, cerdas, enerjik, bebas berekspresi (dalam batas agama),  berkarakter dan selalu riang. Tak seorang pun bisa melarang kita untuk menjauh dari aktivitas sosial, mengekspresikan perasaan dan giat dalam berusaha. Namun jangan lupa, kita juga harus menutup tubuh agar terlindung dari mata yang tak terjaga dan tetap memperhatikan syariat-syariat Islam.

Mari kita tengok di negara Inggris. Sarah Joseph, seorang muallaf asal Inggris yang berprofesi sebagai journalist sebuah majalah EMEL (Muslim Lifestyle Magazines), kini berjihad membela Islam melalui media massa. Dia seorang muslimah, namun hal tersebut tidak menghalangi aktivitasnya di dunia jurnalistik. Selain itu ia juga aktif di bidang agama, sosial dan politik. Dalam kiprahnya ia ingin menunjukkan bahwa Islam bukan hanya ibadah Shalat atau politik, namun Islam juga mengatur gaya hidup. Dia ingin mengubah imej tentang kehidupan umat muslim yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat Inggris.
Di negara muslim pun seperti di Iran, seorang muslimah bebas melakukan aktivitas yang mereka inginkan seperti menuntut ilmu dan bekerja di berbagai bidang yang sesuai dengan tuntunan agama tentunya. Meskipun berbalut busana muslimah yang menutup aurat, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk terus berkarya.
Kita berharap di Indonesia, identitas kita sebagai muslimah tidak membuat kita menjadi malas beraktifitas, manja, dan semata-mata hanya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, namun harus menjadi muslimah yang cerdas dan enerjik sehingga imej tentang muslimah yang kuper, kaku, dll, dengan sendirinya akan hilang.
Selain itu, muslimah tidak hanya cerdas dan berilmu tapi juga berakhlak mulia. Seorang muslimah juga harus bisa bertindak sebagai seorang revolusioner. Revolusi tidak harus dengan melakukan perubahan besar dalam sistem politik maupun sosial, namun revolusi bisa dilakukan melalui hal-hal kecil di sekitar kita dengan selalu menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar.
Nah, gimana sobat ukhti…? Apakah dirimu siap menyongsong masa depan yang gemilang? Dunia masih menantikan muslimah-muslimah yang cerdas dan revolusioner…, mulailah menjadi revolusioner untuk menjadi lebih baik di UTS yang sebentar lagi menunggu pertarungan kita.
-Wallahu a’lam bishshowab-

Tinggalkan Comentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: